SoreRabu Project

J ames L Stanfield, fotografer kelahiran Amerika, melakukan napak tilas atas perjalanan Ibnu Batuta, yang menyeberang lautan gurun dari kota kelahirannya di Maroko sampai ke Mekah pada abad 14. Dari Mekah Batuta menembus lautan pasir di sisi Timur Afrika hingga sampai di Tiongkok hari ini. Terpaut berabad berikutnya, James menempuh rute yang sama, dengan niat menceritakan perjalanan Batuta dalam rupa cerita visual.

Di tengah pusaran teknologi kamera digital yang serba gampang, Abelardo Morel memilih memotret dengan teknik Obscura. Salah satu kerja optik paling awal dalam penciptaan perangkat fotografi. Sebuah teknik yang memakan banyak waktu dan kesabaran, dua hal yang dicap sia-sia dari kaca mata modern. Dia menggunakan tanah sebagai medium untuk karyanya. Tujuannya sederhana, penghormatan pada pegiat fotografi terdahulu dan tantangan baru dalam menyikapi fotografi lanskap.

Jon Rafman, seorang seniman kontemporer dari Kanada memajang beragam gambar dari Google Map. Dia mengksplorasi gambar yang muncul pada Street View kemudian menggelarnya pada sejumlah galeri di Eropa pada 2010. Kerja kreatif ini kemudian dirangkum dalam buku bertajuk The Nine Eye of Google Street View. Gambar-gambar yang diperolehnya tidak lagi dihasilkan lewat kerja fotografi tradisional. Hasil jepretan tidak lagi lahir lewat ujung jarinya. Dari sini arti fotografer bisa kembali dipertanyakan. Dan satu pertanyaan lain yang kemudian muncul, sampai di batas mana fotografi bisa terus berkembang?

James L Stanfield, Abelardo Morel, dan Jon Rafman adalah tiga manusia dari latar belakang berbeda. Mereka menjalankan kerja visual dan mendekati fotografi dengan cara tak sama. Mereka hanya contoh acak dari ratusan ribu seniman visual yang ada. Namun satu bagian penting yang tidak bisa dilepaskan dari karya mereka adalah bahwa sebuah kisah harus dituturkan.

Kebutuhan manusia akan informasi visual teramat tinggi. Setelah seni rupa, fotografi menjadi alat pemuas dahaga itu. Stanfield misalnya, merasa perlu menceritakan kembali apa yang disaksikan Ibnu Batuta dalam perjalanan yang tersohor itu, melalui foto tentunya. Kerja rumit Morel dengam kamera Obscura baginya adalah jalan menghargai usaha manusia sebelumnya.

Kisah-kisah manusia, kemudian memberi nilai pada kerja fotografi. Bahasa visual menjadi gagap ketika fotografi berjarak dari manusia dan kehidupan. Dengan sendirinya hari ini kita bisa katakan fotografi tidak dapat berdiri sendiri. Fotografi memerlukan disiplin lain untuk bisa masuk dalam setiap sudut kehidupan dan menjalankan fungsinya sebagai jalan penyampai gagasan.

Sejak hadir pada 2016 , Sore Rabu Project telah menjadi pola gerak bersama bagi beberapa fotografer untuk tidak memisahkan fotografi dengan lingkungan sekitar. Sebagai bagian dari entitas budaya saat ini, sudah sewajarnya fotografi juga turut merespon segala bentuk perubahan yang sedang berlangsung. Sebab itu Sore Rabu Project lahir sebagai ruang bagi fotografer saling berbagi dan belajar bersama tentang fotografi. Juga untuk melihat sejauhmana fotografi merespon perubahan sosial melalui diskursus lintas keilmuan yang dilakukan.

Sore Rabu Project diinisiasi oleh Aleks Masri, Muhammad Hidayat, Muhammad Ridwan, Ramadhani, dan Zulkifli pada September 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *